Kepercayaan sebagian masyarakat terhadap jalur “pintas” supranatural dikabarkan membuat sejumlah calon jamaah memilih membatalkan rencana keberangkatan melalui biro perjalanan resmi.
Kondisi itu berpotensi menekan pendapatan perusahaan travel yang selama ini mengandalkan keberangkatan jamaah sebagai sumber pemasukan.
Bahkan, beberapa biro umroh di wilayah tersebut disebut menghadapi ancaman gulung tikar akibat kehilangan pelanggan.
Kabar mengenai gua menuju Mekah ini pun menunjukkan bagaimana informasi yang belum terverifikasi dapat memengaruhi keputusan masyarakat, termasuk dalam urusan ibadah dan ekonomi.
Informasi mengenai isu tersebut dikutip dari pantauan media sosial pada 20 Agustus 2026.
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi yang membuktikan adanya jalur gua dari Tasikmalaya yang dapat mengantarkan seseorang ke Mekah dalam waktu 1,5 jam.[dit]











