“Saya juga mengumumkan bahwa setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa berat,” imbuhnya, dikutip dari CNN Indonesia.
Pengumuman tersebut muncul hampir sepekan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington akan menerapkan isolasi ekonomi terhadap Iran.
Sementara itu, Iran masih menerapkan blokade efektif terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan sementara dengan AS untuk membuka kembali jalur strategis tersebut sebelumnya gagal tercapai.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak disebut masih bertukar pesan. Namun, pada Selasa (19/8), Trump mengatakan pembicaraan telah dihentikan.
Trump kemudian mengunggah pesan di media sosial yang mengisyaratkan Selat Hormuz dapat menjadi “wilayah baru AS”.
Ketegangan tersebut menambah tekanan terhadap upaya penyelesaian konflik yang belum menunjukkan perkembangan berarti.[dit]











