Habib Syakur pun mengingatkan, Indonesia sejati bukan negara jongos yang mudah disetor oleh kekuatan negara lain. Ingat, di zaman Soekarno, posisi Indonesia snagat diperhitungkan dan sangat disegani seluruh negara di dunia.
Bahkan Indonesia bisa menarik negara-negara lain, menjadi pemimpin bagi negara-negara dunia melalui gerakan non-blok.
“Ingat ya! Dulu zaman Bung Karno, kita melakukan perlawan pada penjajahan di muka bumi. Sampai membentuk gerakan non-blok. Lha sekarang kok tidak dihidupkan lagi? Ya karena Indoensia menjadi negara yang tergantung sama Amerika Serikat dan sekutunya negara teluk. Indonesia dilemahkan selemah-lemahnya oleh Amerika Serikat,” jelas Habib Syakur.
Habib Syakur menilai Indonesia saat ini menjadi negara yang tidak mandiri. Sangat tergantung pada negara teluk sekutu Amerika Serikat, seperti Jordania, Oman, Qatar, Bahrain, UEA dan negara lainnya.
“Kita sangat tergantung banget pada sekutu barat di teluk dan berharap pada investasi dari mereka. Padahal Indonesia negara kaya raya akan sumber daya alam. Tapi kok dilemahkan selemah-lemahnya,” tegasnya.
Habib Syakur menyebut bahwa negara-negara sekutu Amerika Serikat di teluk mendonasikan investasi ke Indonesia tapi ada maunya, yaitu agar Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan zionis Israel. Bahkan sekarang pun sudah ada hubungan dagang antara Indonesia dengan Israel, walupun dilakukan secara tak langsung.
“Faktanya hubungan dagang itu ada. Seperti produk IT dan senjata, ada yang dibeli Indonesia dari Israel. Bahkan di Bali, banyak warga negara Israel masuk ke Bali dan punya kewarganegaraan ganda,” papar Habib Syakur.
Lemahnya posisi Indonesia di mata dunia, semakin jelas terlihat karena Indonesia “dipakai” Israel untuk melucuti senjata Hizbullah. Padahal di sisi lain, Israel adalah penjajah dan penindas yang tidak pantas dibela.
“Harapan saya, seharusnya Presiden Prabowo menolak menjadi negara pengawas pelucutan senjata Hizbullah. Kita adalah negara yang anti penjajahan dan penindasan. Tidak ada dalih dan toleransi karena itu amanat UUD, bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Dalam hal ini Israel jelas-jelas adalah penjajah Palestina,” tegas Habib Syakur.
