Selain gas, lokasi tersebut disebut memiliki kandungan kondensat gas dalam jumlah signifikan. Potensi tersebut diperkirakan dapat menciptakan kekayaan baru bagi Iran hingga puluhan miliar dolar.
Penemuan ladang gas tersebut berlangsung ketika hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) masih berada dalam situasi penuh ketegangan setelah konflik militer kedua negara.
Pada Juni, Iran dan AS meneken nota kesepahaman atau MoU yang menjadi kerangka menuju penghentian perang secara menyeluruh.
Namun, proses perundingan damai kemudian terhenti karena perbedaan pandangan mengenai implementasi MoU serta aturan navigasi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur strategis dunia karena berperan penting dalam lalu lintas ekspor minyak dan gas internasional.[dit]
