Cegah Gajah Keluar Kawasan Konservasi, Komite Mitigasi Adopsi Pagar Lebah dari Afrika

Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, adopsi pembangunan pagar sarang lebah dari Afrika. (FAKTANASIONAL/HO).
Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, adopsi pembangunan pagar sarang lebah dari Afrika. (FAKTANASIONAL/HO).
Selain aspek konservasi, tambah diaz program tersebut juga menitikberatkan pada nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat sekitar zona penyangga melalui budidaya lebah madu asli Indonesia jenis Apis cerana yang sangat cocok dengan iklim tropis. Potensi ekonomi tersebut, katanya, didorong mengingat kebutuhan madu nasional terus meningkat setiap tahunnya.

“Kebutuhan madu di Indonesia terus naik 10-15 persen per tahun. Data Kemenkes Tahun 2024, konsumsi madu kita baru 220 gram/kapita/tahun, padahal impor madu masih >60 persen dari total kebutuhan,” katanya.

Menurutnya, dari sisi produktivitas untuk satu koloni Apis cerana mampu menghasilkan lima hingga delapan kilogram madu per tahun dengan asumsi harga jual mencapai Rp150 ribu per kilogram.

“Satu koloni Apis cerana bisa hasilkan 5-8 kilogram madu per tahun dengan harga Rp150 ribu. Maka 10 koloni bisa jadi tambahan penghasilan Rp7,5 juta – Rp15 juta per tahun. Ini potensi besar untuk UMKM dan ekonomi keluarga di Bandarlampung. Selain mendatangkan pendapatan finansial bagi UMKM lokal, program ini juga memperkuat sektor ekologi dan pertanian warga. Berdasarkan data FAO Tahun 2023, sebanyak 75 persen tanaman pangan sangat bergantung pada proses penyerbukan oleh lebah,” terangnya.

Exit mobile version