Fakta Nasional

Prabowo: Demokrat Pernah Tak Berkuasa Tapi Tak Bakar-bakar (Sindir Siapa?)

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Partai Demokrat yang dinilai menjalankan demokrasi secara bijaksana. Menurutnya, posisi Demokrat pernah tidak berkuasa, tapi tidak membuat kegaduhan politik dengan bakar-bakar. Hal itu dika…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 10 September 2026 📖 1 menit
Prabowo: Demokrat Pernah Tak Berkuasa Tapi Tak Bakar-bakar (Sindir Siapa?)
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di HUT ke-25 Partai Demokrat. Foto: Dok Partai Demokrat

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Partai Demokrat yang dinilai menjalankan demokrasi secara bijaksana. Menurutnya, posisi Demokrat pernah tidak berkuasa, tapi tidak membuat kegaduhan politik dengan bakar-bakar.

Hal itu dikatakan Prabowo dalam pidatonya di acara puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Prabowo Murka soal Karhutla, Kapolri Diminta Kejar Korporasi hingga Cabut Izinnya

Mulanya Prabowo menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Partai Demokrat.

"Jadi saya berterima kasih atas dukungan Partai Demokrat, 2019, 2024, sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye. Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama," ucap Prabowo.

Prabowo menyinggung Partai Demokrat yang selalu tidak berada di posisi atas. Prabowo menyebut, meski Demokrat sempat tidak berkuasa, mereka tidak pernah melakukan perusakan.

"Saya ingin sampaikan, ya kan, Pak SBY, partainya tadi dikatakan Mas AHY, Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tidak, tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar," ucapnya.

Petisi Ahli: Polri Harus Usut Sejumlah Inisial dalam Demo Rusuh 27 Agustus

Prabowo juga menyinggung dirinya yang pernah berulang kali gagal dalam urusan politik. Dia menganggap hal itu sebagai bagian demokrasi di Indonesia.

"Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi. Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia," tuturnya. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK