FAKTANASIONAL.NET – Jamur truffle selama ini dikenal sebagai salah satu bahan pangan premium karena memiliki aroma kuat, cita rasa khas, serta harga yang relatif tinggi.
Di balik statusnya sebagai bahan makanan mewah, truffle juga mengandung sejumlah nutrisi dan senyawa bioaktif yang menarik untuk diketahui.
Truffle merupakan jamur yang tumbuh di bawah permukaan tanah, biasanya berada di sekitar akar pohon tertentu.
Proses pencarian dan pemanenannya tidak mudah, sementara budidayanya juga terbatas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan harga truffle jauh lebih mahal dibandingkan jamur konsumsi yang umum ditemukan, seperti jamur tiram maupun jamur kancing.
Di Indonesia, truffle lebih banyak dijumpai dalam bentuk produk olahan, mulai dari truffle oil, saus, garam, keripik hingga pasta.
Konsumen perlu mencermati label karena produk dengan aroma truffle belum tentu menggunakan truffle asli dalam jumlah besar.
Dikutip dari Alodokter, pada,(12/9/2026), kandungan nutrisi truffle antara lain protein, serat, serta sejumlah mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, zat besi dan seng.
Namun, jumlah nutrisi yang diperoleh tetap bergantung pada jenis, porsi konsumsi, kondisi tempat tumbuh, hingga proses pengolahan.
Protein dalam truffle dapat menjadi bagian dari asupan harian, meskipun porsinya umumnya kecil.
Karena itu, kebutuhan protein tetap sebaiknya dipenuhi dari telur, ikan, daging, kacang-kacangan atau produk kedelai.
Truffle juga memiliki kandungan serat yang mendukung kesehatan pencernaan.







