FAKTANASIONAL.NET – Pernyataan eks Jampidsus Febrie Ardiansyah mengenai keberadaan “data abadi” di Gedung Bundar Kejaksaan Agung mendapat sorotan dari Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK).
Koordinator KOSMAK Ronald Loblobly menilai pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai upaya Febrie membela dirinya di tengah perkara yang sedang dihadapinya. Hal itu disampaikan Ronald pada Sabtu (19/9/2026), dikutip dari Teropong News.
“Febrie ingin membela dirinya di depan media dengan memberi clue bahwa dia itu adalah korban yang digergaji oleh institusi atau pihak-pihak yang selama ini diuntungkan dari perkara-perkara korupsi yang ditangani oleh pidsus. Makanya dia bilang database itu ada di gedung bundar,” ucap Ronald.
Sebelumnya, Febrie mengungkap keberadaan data tersebut ketika menjalani pelimpahan tahap II perkara pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada Jumat (18/9/2026).
“Jangan lupa, database di Gedung Bundar itu akan menjadi data abadi. Kita semua tahu siapa yang terlibat di perkara-perkara besar,” kata Febrie.
Ronald mengatakan penyidik Tim 9 atau pihak pidana khusus Kejaksaan Agung semestinya dapat menelusuri kembali berkas perkara besar yang pernah ditangani Febrie selama menjabat. Menurut dia, data tersebut penting untuk dilakukan tracking, evaluasi, dan audit.
“KOSMAK pun rutin menyampaikan laporan kepada Jampidsus saat ini, yang kami yakini bahwa database-nya ada disana dan tinggal dibuka kembali. Untuk disesuaikan kembali dengan didudukannya data, fakta dan angka yang ada; baik itu yang sudah inkracht maupun yang masih dalam proses sidik, atau sudah masuk dalam proses pengadilan,” tuturnya.











