FAKTANASIONAL.NET – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2026-2031 bersiap melaksanakan rangkaian agenda konsolidasi dan pelantikan resmi. Acara pengukuhan dijadwalkan berlangsung di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2026 mendatang.
Wakil Ketua Umum PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan bahwa pemilihan lokasi pelantikan dipusatkan di pesantren milik keluarga Gus Lukman tersebut. Seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat hadir mengikuti prosesi yang dihelat pada pagi hari.
Sebelum prosesi pengukuhan, PBNU terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi perdana pada Jumat, 23 Oktober 2026. Forum ini dirancang untuk menyelaraskan arah kebijakan serta mematangkan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan.
“Tanggal 23-nya akan ada rakor, Rapat Koordinasi Perdana di Jakarta. Tanggal 24-nya nanti akan ada pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun 2026 sampai periode tahun 2026-2031,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Senada dengan hal tersebut, Katib Aam PBNU, Prof. Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini akan menjadi wadah bagi setiap wakil ketua umum untuk memaparkan rencana program di bidang masing-masing. Langkah ini penting guna memastikan kesamaan visi dalam menjalankan hasil-hasil Muktamar NU serta mendukung kepemimpinan Rais Aam dan Ketua Umum.
Ada hal unik yang menjadi sorotan dalam persiapan pelantikan kali ini. Jajaran pengurus PBNU rencananya akan mengenakan sarung saat prosesi pengukuhan.
Menurut Prof. Nuh, penggunaan sarung tidak hanya merepresentasikan identitas kesantrian, tetapi juga menjadi simbol komitmen pengurus dalam merawat dan menjaga tradisi pesantren yang melekat pada Nahdlatul Ulama.
“Menunjukkan kesantrian. Iya. Bagian dari ngeman-ngeman atau ngopen-ngopen tradisilah,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara pengukuhan tersebut, pihak PBNU menyatakan belum ada pembahasan lebih lanjut dan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.[sak]
