Tesla mengklaim empat pendorong buatan SpaceX di bagian belakang memungkinkan akselerasi 0–96 km/jam hanya dalam 0,81 detik. Musk juga menyebut kecepatan puncaknya melampaui 370 km/jam.
Saat Track Mode diaktifkan, sayap belakang digerakkan oleh sistem aktuator robot Optimus. Tesla turut mengklaim paket downforce pasif Roadster menjadi yang terbaik di antara mobil jalan raya dan mendekati level Formula 1.
Halaman pemesanan Tesla menampilkan tiga varian Roadster. Versi Performance mensyaratkan deposit US$50.000 atau Rp902,6 juta berdasarkan kurs Rp18.051. Sementara itu, versi Thrust yang dilengkapi pendorong akselerasi membutuhkan deposit US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar.
Varian ketiga, Rocket, hanya tersedia melalui undangan. Model ini memiliki satu jok dan dibekali sistem terbang penuh. Tesla belum mengumumkan harga jual ketiga varian tersebut.
Meski menawarkan kemampuan ekstrem, legalitas penggunaan fitur terbang dan pendorong di jalan raya masih belum jelas. Musk mengatakan, “Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan.”
Ia kemudian mengakui belum yakin kendaraan tersebut legal di semua wilayah hukum. Ketika ditanya langsung mengenai legalitasnya, Musk menjawab, “Ya, ya. Tergantung jalanmu.”
Dengan jadwal produksi yang direncanakan pada 2028, Roadster masih menyisakan pertanyaan mengenai penerapan teknologi dan aturan penggunaannya di jalan umum.[dit]
