FAKTANASIONAL.NET – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/2), guna membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan rencana penggabungan industri galangan kapal nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa pembangunan tahap awal yang mencakup 65 lokasi saat ini baru mencapai setengah dari target yang ditentukan.
“Ya, progres sudah 50 persen dari tahap 1. Dan mudah-mudahan bisa segera selesai di Februari,” ujar Trenggono kepada wartawan usai rapat.
Pemerintah merencanakan pengelolaan kawasan ini melalui skema terpadu di bawah BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero). Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa fokus perusahaan tersebut adalah pada produktivitas industri.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Rantai Pasok Lewat Koperasi Merah Putih
“Ini kan masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi daripada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” kata Dony.
Dony menambahkan bahwa proyek ini tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik bangunan, melainkan harus memiliki skema bisnis yang jelas terkait penyerapan hasil laut (offtake).











