Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Mahasiswa UM Tapsel Hadirkan Kolam Bioflok Panel Surya di Desa Aek Ngadol

Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) menginisiasi sistem budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular di Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/3/2026)./Dok. Kemdiktisaintek

FAKTANASIONAL.NET – Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) menginisiasi sistem budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular di Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (5/3/2026).

Inovasi kolam terpal berteknologi bioflok ini dirancang sebagai solusi bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana alam.

Sistem ini terdiri dari empat kolam terpal yang didukung teknologi sirkulasi air dan aerasi bertenaga panel surya.

Penggunaan energi terbarukan ini memungkinkan aktivitas budidaya tetap berjalan optimal di wilayah dengan keterbatasan lahan dan akses air.

Solusi di Tengah Keterbatasan Lahan

Baca Juga: Progres Pemulihan Sumatera: Mendagri Sebut Jumlah Pengungsi Menyusut Hingga di Bawah 13 Ribu Jiwa

Ketua Tim Pelaksana sekaligus Dosen Pendidikan Fisika UM Tapsel, Elisa, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan respons terhadap kondisi lahan warga yang tertutup lumpur pascabencana, sehingga metode budidaya konvensional sulit dilakukan.

“Sebelumnya beberapa warga memang menggantungkan penghasilan dari budidaya lele. Setelah bencana, kolam dan lahan tertutup lumpur sehingga banyak sumber penghidupan yang hilang. Melalui program ini kami mencoba menghadirkan kembali aktivitas budidaya sekaligus membuka peluang usaha baru melalui pengolahan hasil ikan,” ujar Elisa.

Dosen pendamping, Andes, menambahkan bahwa fleksibilitas kolam bioflok ini memungkinkan masyarakat untuk menyesuaikan jenis komoditas sesuai permintaan pasar.