FAKTANASIONAL.NET – Danantara Indonesia bersama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar workshop strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem industri dan riset semikonduktor nasional di Wisma Danantara, Kamis (12/3/2026).
Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global, mengingat semikonduktor kini menjadi fondasi vital bagi sektor kecerdasan artifisial (AI), otomotif, pertahanan, hingga perangkat kesehatan.
Fokus pada Komersialisasi dan Regulasi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan bahwa pengembangan semikonduktor nasional tidak boleh lagi hanya berhenti di tahap riset laboratorium.
Ia mendorong sinergi yang lebih erat agar hasil inovasi bisa masuk ke tahap investasi dan komersial yang layak secara ekonomi.
“Yang kita butuhkan sekarang adalah kejelasan produk prioritas, desain, roadmap, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik. Pemerintah akan mendukung dari sisi regulasi dan standardisasi, sementara industri perlu berada di garda depan karena yang sedang kita bangun ini bukan lagi semata proyek riset, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk yang layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial,” ujar Brian.
Peluang di Era Chip AI
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk masuk ke industri ini, terutama dengan munculnya kebutuhan global akan chip khusus kecerdasan artifisial (AI chip).











