Perundingan AS-Iran Kandas, Wapres JD Vance: Teheran Harus Ambil Langkah Selanjutnya

JD. Vance - Wakil Presiden AS/Dok. wikipedia

FAKTANASIONAL.NET – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengungkapkan bahwa meskipun upaya diplomatik terbaru dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan, Washington berhasil memetik pelajaran berharga mengenai pola diplomasi Teheran.

Hal ini disampaikan Vance dalam wawancara eksklusif di program Special Report Fox News bersama Bret Baier, Senin (13/4/2026).

Vance menjelaskan bahwa tim negosiasi AS memutuskan untuk menghentikan pembicaraan setelah mengidentifikasi hambatan struktural pada delegasi Iran.

Menurutnya, pihak lawan tidak memiliki kuasa penuh untuk mengeksekusi komitmen diplomatik.

“Benar-benar ada, menurut saya, sebuah kesepakatan besar yang bisa dicapai di sini. Tetapi menurut saya, terserah pada pihak Iran untuk mengambil langkah selanjutnya,” ujar Vance sebagaimana dilansir dari Wall Street Journal.

Syarat Mutlak: Selat Hormuz dan Uranium

Dalam kesempatan tersebut, Vance menegaskan kembali posisi tawar Amerika Serikat yang tidak dapat ditawar.

Washington menuntut jaminan keamanan penuh di Selat Hormuz serta peluncuran program pelucutan simpanan uranium Iran yang telah diperkaya dalam kadar tinggi.

Vance menekankan bahwa AS ingin memastikan materi nuklir tersebut tidak lagi berada di bawah kendali Teheran guna menjamin stabilitas keamanan global.