JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Drama politik mulai dimainkan untuk mengaburkan pokok persoalan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang barang buktinya sudah terhampar di depan mata.
Cendekiawan Pemikir Bangsa, Ir. Haidar Alwi mencium gelagat adanya upaya menggiring perhatian publik dengan drama yang mulai diperankan Jampidsus Febrie Adriansyah, menuju isu balas dendam, rivalitas institusi, serta serangan balik koruptor atau oligarki.
“Ini semua merupakan bentuk delegitimasi terhadap langkah Polri dalam memberantas tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Tetap fokus pada batang bukti kejahatan untuk diungkap,” kata Haidar Alwi, Jumat (10/6/2026).
Haidar menegaskan bahwa pola pengalihan semacam ini sangat berbahaya karena dapat menenggelamkan barang bukti konkret oleh drama politik.
“Akibatnya, orang-orang yang seharusnya menjelaskan asal-usul barang bukti fantastis tersebut justru memperoleh panggung untuk membangun narasi kriminalisasi. Ini kan bahaya bagi penegakan hukum dan keadilan,” tukas Haidar Alwi.
Oleh karena itu, Haidar mengingatkan publik tidak boleh dipaksa meninggalkan pokok perkara, dan Polri dituntut untuk tidak mundur satu langkah pun dalam mengusut tuntas asal-usul setiap rupiah, serta membongkar kejahatan yang disembunyikan di baliknya.
Haidat yang juga Dewan Pembina Ikatan Keluarga Alumni ITB mengingatkan bahwa Arena pembuktian hukum yang sejati berada pada barang bukti dan aliran uang, bukan pada spekulasi liar mengenai sakit hati, balas dendam, konflik antarlembaga, atau persaingan kewenangan.











