350 Perusahaan Dikerahkan Tangani Karhutla 10.000 Hektare di Kalimantan Selatan

Bobroknya Kepemimpinan, Haruskah Karhutla Kalbar Dipadamkan di Meja Hijau?/ilustrasi

FAKTANASIONAL.NET – Sebanyak 350 perusahaan dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Langkah ini difokuskan pada sekitar 10.000 hektare lahan pertanian dan gambut yang masih berisiko terbakar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat penanganan yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan masyarakat.

“Ada 350 dunia usaha yang bergerak. Secara bertahap kita minta berkontribusi langsung dalam bentuk personel dan peralatan,” ujar Hanif, dikutip dari BeritaSatu, Minggu (11/10/2026).

Menurut Hanif, penanganan karhutla dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah. Sasaran utamanya meliputi lahan persawahan bekas panen atau gagal panen serta kawasan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran.

Untuk mengantisipasi kebakaran di lahan pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran kabupaten dan kota diminta mengerahkan peralatan pembalik tanah. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam satu minggu agar sisa tanaman setelah panen tidak menjadi bahan bakar kebakaran.

Sementara itu, penanganan kawasan gambut seluas sekitar 1.650 hektare melibatkan personel TNI, Polri, dan pihak swasta. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pembasahan lahan melalui peningkatan muka air Sungai Martapura guna menjaga kondisi tanah tetap basah dan mengurangi risiko kebakaran.