Mendengar kabar itu, Irwan mengaku langsung berkoordinasi dengan RS Medistra untuk menanyakan kebenaran dan duduk permasalahannya.
Hal itu dilakukan Irwan agar permasalahan dapat terselesaikan, sehingga RS Medistra dapat beroperasi kembali seperti sebelumnya.
“Kami menyayangkan berita yang sudah tidak membuat nyaman ini, kami berharap ini cepat selesai dan Medistra bisa kembali beroperasi seperti sebelumnya,” harap dia.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial (medsos) dugaan adanya tindakan diskriminatif terhadap tenaga kesehatan (Nakes) yang menggunakan berhijab di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
Hal itu pun sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan juga masyarakat muslim.
Kasus ini mencuat setelah beredar surat dari DR. dr. Diani Kartini SpB, subsp.Onk(K), yang menyebut adanya pertanyaan dalam wawancara penerimaan tenaga medis di RS Medistra, mengenai kesediaan membuka hijab jika diterima bekerja di sana.[ald]
