Kemudian, ungkap Budi, selain sosialisasi, pihaknya juga akan memberikan materi pembelajaran yang diintegrasikan soal kesehatan dan gizi dalam kurikulum di setiap tingkat sekolah. Untuk tingkat SD dan SMP bakal mendapat perhatian khusus.
“Sehingga, siswa bisa memahami pentingnya makan dan minum yang bergizi sejak dini demi terhindari dari berbagai macam penyakit,” pungkasnya.
Sebagai informasi, untuk mencegah kasus gagal ginjal yang menyerang anak di Jakarta, Disdik juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan survei untuk mengidentifikasi jenis makanan dan minuman yang berpotensi berbahaya yang beredar di lingkungan sekolah.[ald]
