Cerita dan Berkah di Balik PON XXI Aceh-Sumut

Sejumlah warga berfoto dengan maskot PON XXI Aceh-Sumut.

SUMUT, FAKTANASIONAL.NET –  Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 bukan hanya cerita tentang kompetisi olahraga bergengsi di Indonesia, tetapi juga ada kisah kebanggaan dan manfaat besar bagi masyarakat lokal, khususnya di Sumatra Utara. Penyelenggaraan pesta olahraga terbesar tanah air itu seolah membuka berbagai peluang bagi masyarakat, mulai dari lapangan pekerjaan hingga kesempatan untuk membangun relasi baru yang berdampak positif.

Gunawan Batubara misalnya. Pemuda berusia 21 tahun yang bekerja sebagai petugas Room Service di Hotel Santika Dyandra, Medan ini memiliki kesempatan untuk bertemu dengan tamu-tamu penting dari berbagai daerah di Indonesia yang datang untuk mengikuti atau menyaksikan ajang ini. Pengalaman ini membuka wawasannya tentang dunia kerja yang lebih luas dan profesional.

“Saya sangat bangga PON XXI membawa banyak tamu ke Medan. Bertemu dengan orang-orang penting dari seluruh Indonesia membuat saya semakin termotivasi untuk memperluas relasi dan kesempatan,” ujar Gunawan dengan senyum bangga lewat keterangan tertulis yang diterima, Selasa (17/092024).

Bagi Gunawan, pengalaman ini bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan tambahan, melainkan juga tentang membangun jaringan yang dapat bermanfaat untuk masa depannya.

“Membangun relasi adalah modal besar dalam hidup, dan saya melihat PON ini sebagai peluang emas,” tambahnya. Melalui interaksi dengan berbagai kalangan, Gunawan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk meningkatkan keterampilannya dalam industri perhotelan.

Bukan hanya Gunawan yang merasakan dampak positif dari penyelenggaraan PON XXI. Ignasius Thomas, seorang putra asli Sumatra Utara yang bekerja sebagai Quality Control di PT Aerofood ACS Bandara Kualanamu, juga memiliki pengalaman yang tak kalah berkesan.

Demi berkontribusi pada acara besar ini, Thomas memutuskan untuk bergabung sebagai relawan di PON XXI Wilayah Sumatra Utara. Ia bertugas membantu para atlet dalam berinteraksi dengan media, dan rela mengambil cuti sebulan dari pekerjaannya di PT Aerofood.

“Nama baik Sumut menjadi pertaruhan di sini, dan sebagai warga, saya merasa terpanggil untuk menjaga kesuksesan acara ini,” ungkap Thomas dengan bangga.

Baginya, menjadi relawan adalah kesempatan yang langka dan penuh makna. Tidak hanya memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan PON XXI, pengalaman ini juga memberikan peluang bagi Thomas untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan manajemen, yang ia harapkan akan mendukung karirnya di masa depan.

“Pengalaman ini saya harap dapat menjadi nilai tambah di tempat kerja saya, dan semoga bisa membantu saya meraih posisi yang lebih baik ke depannya,” tambah Thomas.

Keterlibatannya dalam ajang ini memberinya rasa bangga sekaligus tanggung jawab untuk turut menjaga citra baik Sumatra Utara di mata nasional.