“Kami senang Pemprov DKI bergerak cepat menyediakan 418 unit secara gratis sewa bagi warga Manggarai yang jadi korban kebakaran selama setahun sampai 27 Oktober 2025,” Kata, Maruarar.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah meminta Pemprov DKI Jakarta membuat mekanisme yang adil dan transparan saat menerima calon penghuni Rusunawa Pasar Rumput, agar warga Jakarta bisa merasakan manfaatnya secara merata.
Rusunawa Pasar Rumput memiliki dua tipe hunian, yakni tipe hook seluas 38 meter persegi dan tipe standar seluas 36 meter persegi. Keduanya sama-sama memiliki fasilitas daya listrik 1.300 watt, pasokan air PAM Jaya, kusen jendela aluminium, lantai sejenis granit ukuran 60×60 cm, kamar mandi dengan toilet duduk dan shower berkeramik, plafond exposed, hingga engineering door accessories ex dorma. Fasilitas tambahannya yakni tersedia masjid, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), food court, ATM Center, pasar tradisional, hingga perpustakaan.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengupayakan hunian layak bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah diperuntukkan pula bagi warga yang tinggal di kolong jembatan.
Hal ini disampaikan Pj Gubernur Teguh saat meninjau hunian warga di kolong Jembatan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu,(16/10/2024) Lokasi itu tak jauh dari Rusun Petak Habitat Ancol.
Dalam kunjungan itu, Teguh didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Affan Adriansyah, Asisten Pemerintahan Sigit Wijatmoko, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kelik Indriyanto, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum, dan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.
“Mereka ingin punya rumah yang layak, tidak kehujanan dan kebanjiran. Apalagi tinggal di kolong jembatan tentunya penghuninya rentan terhadap banyak penyakit,” Kata, Teguh, saat berbincang dengan warga di lokasi tersebut.
Pj Gubernur Teguh dan jajarannya kemudian meninjau Rusun Petak Habitat Ancol untuk pengecekan fasilitas di dua tower di area tersebut. Rusun Petak Habitat Ancol akan dikembangkan dengan penambahan tujuh tower lain.
Dalam kesempatan itu, dirinya meminta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendata warga di lokasi yang tidak layak, seperti penghuni kolong tol dan kolong jembatan.
“Nantinya mereka diprioritaskan menempati rusun yang tidak jauh dari lokasi tinggal saat ini. Saya instruksikan juga untuk memastikan kapasitas rusun seberapa bisa menampung warga. Apakah mungkin warga di kolong tol dan sebagian di kolong jembatan (bisa masuk rusun),” tandasnya.[dmn]
