“Kita seharusnya fokus memperkuat produksi lokal. Kalau tidak, petani kita akan semakin kehilangan harapan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya program nasional seperti Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi susu lokal. Menurutnya, program ini bisa menjadi langkah strategis untuk mendukung ekonomi daerah sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Saat ini, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional dipenuhi melalui impor, terutama dari Selandia Baru dan Australia. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjelaskan bahwa impor sapi perah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan susu yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
Herman optimistis bahwa Indonesia bisa menjadi kekuatan agraria global jika perbaikan di sektor agraris dijadikan prioritas.
“Kewajiban negara adalah memberikan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi petani kita. Mereka adalah pilar ketahanan pangan dan ekonomi bangsa,” tutup legislator dari Dapil Jawa Barat VII itu. [dnl]
