Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan pakaian hasil produksi untuk ekspor ke Amerika Serikat turut hangus terbakar.
Cucun meminta Pemerintah segera turun tangan untuk memberikan bantuan tanggap darurat, baik berupa subsidi, program padat karya, maupun pelatihan kerja bagi para pekerja terdampak. Ia juga mendorong perusahaan untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi, termasuk gaji dan pesangon.
“Negara harus hadir untuk melindungi para pelaku industri tekstil, termasuk UMKM. Presiden Prabowo Subianto yang memiliki semangat hilirisasi dan industrialisasi harus memberi perhatian penuh pada masalah ini,” harapnya.
Selain itu, Cucun menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keselamatan kerja di sektor industri guna mencegah terulangnya insiden serupa.
“Kami meminta Pemerintah dan perusahaan meningkatkan pengawasan serta pelatihan keselamatan kerja. Keselamatan adalah hak dasar setiap pekerja,” tutupnya.
Cucun juga mendorong kolaborasi lebih erat antara Pemerintah dan sektor swasta untuk mengatasi bencana di sektor industri. Ia menilai pentingnya pemberian insentif kepada pelaku usaha lokal dan penegasan aturan impor agar industri tekstil nasional dapat bersaing.
“Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius, maka bukan hanya industri besar, tetapi seluruh ekosistem ekonomi yang terlibat akan ikut runtuh,” pungkasnya. [dnl]
