Wakil Ketua DPR RI Soroti Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjaman Online: Pemerintah Harus Tegas

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengkritik lemahnya komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pinjaman online (pinjol) yang telah memakan banyak korban jiwa. Ia menegaskan bahwa fenomena pinjol bukan sekadar masalah keuangan, tetapi juga merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pinjol ini sudah bukan lagi hanya masalah finansial, tetapi juga telah merusak berbagai sendi kehidupan. Tidak sedikit orang yang bunuh diri akibat terjerat pinjol,” kata Cucun, Kamis (19/12/2024).

Beberapa kasus tragis akibat jeratan pinjol mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir. Di Kediri, satu keluarga mencoba bunuh diri dengan racun tikus, yang menyebabkan seorang anak berusia dua tahun meninggal dunia. Kasus serupa terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan, di mana tiga anggota keluarga ditemukan tewas diduga karena terlilit utang pinjol.

Kasus lain termasuk seorang ibu muda di Lombok yang gantung diri, hingga keluarga di Jakarta Utara yang nekat melompat dari lantai 22 apartemen. Semua kejadian ini menambah daftar panjang korban akibat pinjaman online yang kian meresahkan masyarakat.

“Kasus bunuh diri akibat pinjol seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan penegak hukum untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan rakyat,” ujar Cucun.

Cucun menilai pemerintah belum memiliki political will yang kuat untuk memberantas pinjol, meskipun dampaknya nyata dirasakan masyarakat. Per Oktober 2024, terdapat 97 perusahaan pinjol legal yang terdaftar di OJK, namun keberadaan pinjol ilegal masih marak.

“Pemerintah perlu melakukan terobosan dalam memberantas pinjol ilegal. Penutupan situs-situs pinjol ilegal saja tidak cukup, karena praktiknya masih banyak menjamur,” tegas Cucun.

Ia juga menyoroti minimnya akses masyarakat terhadap pinjaman resmi dengan bunga rendah, yang membuat mereka tergiur kemudahan syarat dari pinjol, meski risiko bunga tinggi menghantui.