Hasanuddin menegaskan bahwa peredaran uang palsu memiliki dampak besar terhadap perekonomian. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap uang dan sistem keuangan, serta menyebabkan kerugian finansial bagi individu maupun bisnis.
“Peredaran uang palsu bisa merusak stabilitas ekonomi negara. Oleh karena itu, BI dan aparat penegak hukum harus segera melacak dan mengamankan peredaran uang palsu ini agar tidak semakin meluas,” tegasnya.
Sekjen DPP PKB ini juga meminta BI untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait deteksi uang palsu. Ia mengingatkan pentingnya pengamanan dalam proses produksi dan peredaran uang.
“Kerjasama antara bank, kepolisian, dan pihak berwenang sangat penting untuk memastikan sistem keuangan kita tetap aman dari ancaman seperti ini,” ujar Hasanuddin.
Ia berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya dalam meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran uang palsu.
“Pemberantasan sindikat uang palsu harus dilakukan dengan serius, sehingga masyarakat tidak menjadi korban dan kepercayaan terhadap sistem keuangan tetap terjaga,” pungkasnya.[dnl]
