Anis Byarwati: Libur Nataru Beri Dampak Besar pada Perekonomian Nasional

Anggota DPR RI, Anies Byarwati. Foto: dok/fpks-dpr

JAKARTA, FAKTANASIONAL. NET – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, berharap libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Sebagaimana libur hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, libur yang cukup panjang juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur, pulang kampung, atau berbelanja. Kita berharap memiliki ‘multiplier effect’ bagi perekonomian nasional. Kalau kita hitung secara sederhana perputaran uang selama Nataru, Kemenhub memprediksi jumlah pemudik Nataru sekitar 110,67 juta orang atau sekitar 27,66 juta keluarga,” dalam keterangannya Senin, (30/12/2024).

Anis menyebut jika rata-rata setiap rumah tangga menghabiskan 3 juta rupiah saja, maka uang yang beredar sekitar 82,98 triliun rupiah. Angka tersebut bisa jauh lebih besar jika uang yang dibawa 3-5 juta rupiah.

“Hal ini terkonfirmasi dari Bank Indonesia yang telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 133,7 triliun selama liburan Nataru 2024/2025, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penarikan dan penukaran uang tunai dalam berbagai pecahan mata uang rupiah,” ujarnya.

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini memprediksi dari perhitungan tersebut berkisar antara Rp 90-100 triliun. Bank Indonesia menyiapkan penarikan dan penukaran uang tunai sekitar Rp 133,7 triliun.

“Walaupun libur Nataru 2024 ini cukup panjang, kondisi ekonomi masih belum pulih sepenuhnya. Daya beli masyarakat belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kita bisa melihat indikator deflasi yang terjadi selama lima bulan terakhir, semenjak bulan Mei 2024. Selain itu, turunnya masyarakat kelas menengah akibat semakin beratnya beban hidup yang membuat mereka membatasi konsumsi dan spending untuk liburan,” ungkapnya.

Anis melihat dalam liburan Nataru 2024 bisa menghasilkan perputaran uang sekitar Rp 100 triliun saja sudah sangat baik. Multiplier effect yang ditimbulkannya sudah sangat signifikan terutama untuk UMKM yang bergerak pada sektor transportasi, industri makanan dan minuman, pariwisata, dan lainnya.

Politisi PKS ini berharap liburan Nataru 2024 ini bisa mendongkrak industri pariwisata nasional, terutama dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebesar 14,3 juta kunjungan di tahun 2024.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman secara kumulatif atau Januari-Oktober 2024 mencapai 11,57 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 20,45% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kita masih defisit sebesar 2,73 juta wisman untuk berkunjung ke Indonesia selama libur Nataru. Angka sebesar tersebut tentunya tidak mudah untuk dicapai hingga Desember 2024. Apalagi liburan Nataru 2024 ini diprediksi didominasi oleh wisatawan lokal. Tentunya kita berharap, pemerintah bisa mempersiapkan dengan baik potensi wisman yang datang selama libur Nataru 2024,” ujarnya.