Berfokus Kerja Sesuai Kondisi Global, InCRA Dinilai Berperan Bantu Pemerintah sebagai Regulator dan Industri sebagai User

Forum Dialog dan Rapat Kerja InCRA 2025 dengan tema "Pentingnya Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) Sektor Kontruksi untuk Menjaga Sustainability Korporasi" yang berlangsung di Ballroom Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Sabtu (18/1/2024)/fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Keberadan Indonesian Continuity and Resilience Association (InCRA) sebagai sebuah organisasi profesi yang berfokus pada manajemen kelangsungan usaha dan ketangguhan usaha dinilai sejalan dengan situasi dan kondisi global yang berkembang saat ini.

Keberadaan InCRA dan fokus kerja serta kegiatannya tersebut tentu juga akan sangat membantu pemerintah sebagai regulator dan industri sebagai user.

Hal ini disampaikan Ahli Kebencanaan, Ir. Sugeng Triutomo, B.Sc., DESS dalam Forum Dialog dan Rapat Kerja InCRA 2025 dengan tema “Pentingnya Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) Sektor Kontruksi untuk Menjaga Sustainability Korporasi” yang berlangsung di Ballroom Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Sabtu (18/1/2024).

“Keberadaan InCRA dan rencana kerjanya memang sejalan dengan situasi global saat ini. Karena situasi global saat ini, dalam upaya-upaya penanggulangan bencana juga mengarah kepada sustainbality dan resilience,” kata salah satu tenaga ahli BNPB ini.

Namun, lanjutnya, saat ini yang baru ada adalah sistem penanganan darurat bencana. Tetapi bagaimana sistem, standar dan pedoman suatu sektor usaha bisa bertahan dan tetap berjalan meski ada bencana atau gangguan, hampir rata-rata belum ada Business Continuity Management Sytem (BCMS) atau SMKU-nya.

Padahal, lanjut Sugeng, regulasinya ada. Tapi bagaimana panduan, standar atau pelaksanaan teknis dari regulasi tersebut, itu yang belum ada.

“Bagaimana pedoman-pedomannya dibuat, ini yang belum ada. Peran inilah yang diambil oleh InCRA,” ungkap Ahli yang juga didapuk sebagai Ketua Dewan Penashet InCRA ini.