Proyek 3 Juta Rumah Libatkan Pekerja Indonesia

Proyek 3 juta Rumah harus libatkan pekerja Indonesia.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Syafiuddin Asmoro, menyambut baik dukungan dari Turki dan Singapura terhadap proyek pembangunan 3 juta rumah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan kontraktor dan pekerja lokal dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Dukungan dari Turki dan Singapura disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo. Turki menyatakan minat untuk membangun 50.000 unit rumah, sementara Singapura bersedia mendukung pembangunan 100.000 unit rumah. Selain itu, pemerintah dalam waktu dekat akan menandatangani kerja sama dengan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk membangun 1 juta rumah.

“Banyaknya negara yang ingin mendukung proyek ini menunjukkan bahwa proyek 3 juta rumah sangat diminati. Tentu kami sangat mendukung program Presiden Prabowo ini,” ujar Syafiuddin.

Namun, legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur XI ini memberikan sejumlah catatan penting terkait proyek besar tersebut.

Syafiuddin menggarisbawahi bahwa kerja sama dengan negara lain harus memberikan prioritas pada kontraktor dan subkontraktor lokal. “Keterlibatan kontraktor dan pekerja dari Indonesia sangat penting agar perusahaan konstruksi dalam negeri juga mendapatkan manfaat dari proyek ini,” tegasnya.

Ia menyoroti kesepakatan dengan Qatar yang berencana membangun 1 juta rumah, tetapi menunjuk kontraktor asal China. “Kita harus melobi agar Qatar bersedia menggunakan subkontraktor dari Indonesia. Jadi, meskipun kontraktor utama dari China, subkontraktornya harus dari Indonesia,” jelasnya.

Selain kontraktor, Syafiuddin juga meminta agar tenaga kerja dalam proyek ini sepenuhnya berasal dari Indonesia. “Jangan ada tenaga kerja asing. Semua pekerja harus dari Indonesia. Kita punya banyak tenaga kerja terampil di dalam negeri,” tambahnya.

Catatan lain yang disampaikan Syafiuddin adalah pentingnya memperhatikan kebutuhan pasar dalam pelaksanaan proyek ini. Ia mengingatkan pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan rumah tidak melebihi permintaan pasar, sehingga tidak ada unit yang kosong dan terbengkalai.

Syafiuddin menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini agar berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

“Proyek 3 juta rumah ini harus terlaksana dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. Kami di Komisi V akan terus mengawal pelaksanaannya,” tutup politisi asal Madura ini.[dnl]