Wagub Rano menambahkan bahwa penuntasan masalah banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak. Kondisi geografis Jakarta yang dialiri 13 sungai menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Ibu Kota.
“Tapi memang sejak semalam, Bendungan Katulampa melebihi batas minimum dan keluar peringatan siaga 1 untuk Jakarta. Inilah yang dihadapi Jakarta dari tahun ke tahun, masih sama. Kenapa tidak selesai-selesai? Ini harus kita kerjakan bersama.
Sekali lagi, saya diperintahkan Pak Gubernur untuk ke sini. Pak Gubernur ke tempat lain. Setelah itu, kami akan melakukan koordinasi dengan Pemprov untuk membahas langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus berupaya mempercepat surutnya genangan air.
Mereka mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Menurut BPBD DKI Jakarta, penyedotan air terus dilakukan untuk memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Langkah ini dilakukan bersama para lurah dan camat setempat.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop.[zul]







