Gempa Asia Tenggara: Buka-Bukaan Kepala BMKG tentang Kejadian di Myanmar & Thailand

Gempa Guncang Asia Tenggara/(ilustrasi/@pixabay)

Tanah lunak dengan lapisan sedimen tebal di ibu kota Thailand tersebut rentan terhadap resonansi gempa, sehingga gedung-gedung tinggi di sana pun mengalami tekanan yang cukup signifikan.

Dalam keterangannya, Daryono juga mengingatkan bahwa kerusakan masif tidak asing terjadi akibat getaran gempa pada wilayah dengan karakteristik tanah yang sama.

Ia menyebut peristiwa gempa dahsyat di zona subduksi Cocos pada tahun 1985 di Meksiko sebagai contoh nyata, di mana meskipun jarak episentrum mencapai 350 km, kerusakan hebat melanda Mexico City yang berada di atas lahan reklamasi.

“Reclaimed land merupakan material unconsolidated yang sangat berbahaya jika terjadi gempa kuat,” ujar Daryono.

Selain itu, ia menambahkan bahwa rangkaian gempa di Myanmar dan penyebarannya ke Thailand serta China turut mempengaruhi tingkat kegempaan di wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan kewaspadaan bagi seluruh kawasan.

Dengan informasi yang terus diperbarui oleh BMKG dan para ahli, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi bencana alam serupa di masa mendatang.

Peran edukasi dan sistem peringatan dini sangat penting guna meminimalisir kerugian dan meningkatkan keselamatan.[dit]

**

Exit mobile version