Di sisi lain, keputusan Reliance Industries India untuk menghentikan impor minyak dari Venezuela semakin menambah tekanan terhadap penawaran global.
Dukungan lain bagi kenaikan harga minyak datang dari laporan penurunan stok minyak mentah AS yang mencapai 3,3 juta barel dalam sepekan terakhir.
Data ini jauh melebihi ekspektasi pasar yang sebelumnya hanya memperkirakan penurunan sebesar 956.000 barel, menunjukkan bahwa permintaan tetap kuat meski terdapat tekanan kebijakan.
Meski demikian, volatilitas pasar masih tinggi karena adanya rencana peningkatan produksi dari OPEC+ dan perundingan antara AS, Rusia, dan Ukraina terkait gencatan senjata di sektor energi.
Kesepakatan yang dicapai nanti dapat mengubah dinamika pasokan dan menekan harga minyak jika pasokan dari Rusia meningkat.
Dengan kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini, para pelaku industri harus terus memantau perkembangan kebijakan dan situasi global guna mengambil langkah strategis yang tepat untuk menghadapi kemungkinan fluktuasi harga di masa depan.[dit]
**
