JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan China bukan hanya soal angka neraca perdagangan.
Sejak Beijing menerapkan tarif balasan hingga 125% atas daging sapi AS, restoran bergaya Amerika seperti Home Plate BBQ di ibu kota China merasakan langsung imbasnya.
Kini, bahan utama yang dulu sepenuhnya mengandalkan brisket AS, harus digantikan oleh pasokan dari Australia.
Setiap bulan, Home Plate BBQ mengolah sekitar 7–8 ton brisket. Namun, ketika freezer mereka kehabisan stok daging AS dalam beberapa minggu, restoran ini terpaksa sepenuhnya beralih pada daging sapi Australia.
“Sulit untuk terus menggunakan daging sapi AS,” ujar Charles de Pellette, Direktur Operasi Home Plate, mengutip Reuters, Senin (21/4/2025).
Daging sapi M5 Australia yang kini jadi andalan disebut-sebut menawarkan kualitas dan cita rasa yang mirip. Harganya pun sekitar 40% lebih murah, sehingga restoran masih bisa menjaga margin keuntungan.
Bahkan stok iga babi pun diubah, kini bergeser ke pasokan Kanada. Meski begitu, de Pellette enggan merinci berapa biaya yang dikeluarkan untuk daging Australia tersebut.
