Penyebab dan Solusi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2025

/(ilustrasi/@pixabay)

Saat ini, perlu dukungan program jangka pendek untuk segera meningkatkan daya beli, misalnya Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan subsidi pupuk bagi petani.

Nailul mengkritisi alokasi anggaran yang masih banyak tersedot ke program yang tidak langsung memicu aktivitas ekonomi. Ia menyarankan agar anggaran difokuskan pada skema yang mendorong belanja masyarakat saat ini, seperti insentif konsumsi dan dukungan langsung kepada UMKM.

Dengan langkah tersebut, laju perputaran uang di sektor riil akan meningkat, memberikan multiplier effect yang lebih cepat dibanding program investasi sosial jangka panjang.

Jika tanpa perubahan signifikan dalam komposisi belanja negara, target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo pada 2029 sulit dicapai. Nailul memproyeksikan, angka realistis untuk tahun tersebut berada di kisaran 5,8–6%.[dit]

Exit mobile version