LIFESTYLE, FAKTANASIONAL.NET – Sleepwalking atau tidur berjalan adalah kondisi di mana seseorang bangun sebagian dari tidur lalu berjalan atau melakukan aktivitas tanpa sadar.
Walau sering dianggap menakutkan, sleepwalking umumnya bukan tanda gangguan psikologis serius. Namun, jika tidak ditangani, risiko cedera akibat tersandung, jatuh, atau keluar rumah tanpa sadar bisa meningkat.
Sleepwalking termasuk dalam parasomnia, gangguan tidur yang terjadi pada fase tidur non-rapid eye movement (NREM) deep sleep—biasanya 1–2 jam setelah tidur.
Pada fase ini, otak masih berada di kondisi rileks tinggi, tetapi aktivitas motorik dapat aktif. Otak bagian sadar belum sepenuhnya “terjaga”, sehingga tubuh bergerak tanpa kesadaran penuh.
Beberapa penyebab umum sleepwalking meliputi kurang tidur, stres berat, demam tinggi, konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, dan faktor genetik.
Anak-anak lebih rentan mengalami somnambulism, tetapi banyak yang tumbuh dan berhenti seiring usia. Pada orang dewasa, sleepwalking bisa merupakan tanda sleep apnea atau gangguan kejiwaan jika sering terjadi.
Meskipun tidak berbahaya bagi sebagian orang, sleepwalking dapat mengakibatkan cedera serius: terjatuh dari tempat tidur, tabrakan dengan furnitur, atau keluar rumah sendirian.







