Kombinasi CPU deca-core ini diharapkan mampu menyeimbangkan kebutuhan daya dan performa secara optimal.
Pada unit engineering berlabel S5E9965 yang diuji dengan Android 16 dan RAM 12 GB, Exynos 2600 mencetak skor 2.155 pada single-core dan 7.788 pada multi-core. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari Exynos 2500 (sekitar 1.900/7.000), walau masih harus diadu dengan kompetitor Snapdragon generasi sekelas. GPU Xclipse 960 yang menyertainya juga siap mengangkat grafis game mobile kelas atas.
Benchmark awal ini memberi petunjuk bahwa Exynos 2600 akan menjadi otak andalan seri Galaxy S dan lipat berikutnya. Meski demikian, performa nyata akhir akan tergantung pada optimasi software dan manajemen suhu. Kita tunggu pengumuman resmi Samsung serta uji coba konsumen untuk menilai seberapa kompetitif chipset ini di pasar global.[dit]
