Araghchi Tuntut Ganti Rugi AS Sebagai Syarat Lanjutan Negosiasi Nuklir

Araghchi Tuntut Ganti Rugi AS Sebagai Syarat Lanjutan Negosiasi Nuklir/(pixabay)

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat tengah berada di titik krusial setelah insiden serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni 2025.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan melanjutkan pembicaraan diplomatik tanpa adanya kompensasi finansial dari Washington. Pernyataan ini dilontarkan dalam wawancara dengan Financial Times yang dikutip Fox News pada 2 Agustus 2025.

Araghchi menyatakan bahwa dana ganti rugi harus mencakup kerusakan infrastruktur, teknologi, dan biaya pemulihan ilmuwan. Bagi Iran, dana tersebut bukan hanya simbol keadilan, melainkan jaminan bahwa AS menghargai proses dialog. Selain itu, Araghchi menuntut penjelasan resmi mengenai motif AS melancarkan serangan di tengah perundingan yang tengah berjalan.

Lebih lanjut, Araghchi menekankan perlunya komitmen AS untuk tidak mengulangi aksi militer di masa mendatang. Tanpa jaminan tegas, Iran khawatir negosiasi akan terulang kembali dalam ketegangan. Menurutnya, kesepakatan diplomatik harus dibangun di atas kepercayaan mutual yang terjamin oleh mekanisme hukum internasional.

Exit mobile version