F-35 AS Kepung Venezuela, Tensi di Karibia di Ujung Tanduk

F-35 AS Kepung Venezuela, Tensi di Karibia di Ujung Tanduk/(pixabay)

Secara resmi, Washington mengklaim pengerahan kekuatan militer ini bertujuan untuk operasi gabungan melawan kartel narkoba di Karibia. Trump menegaskan bahwa manuver ini tidak dimaksudkan untuk menggulingkan rezim di Venezuela. Namun, klaim ini disambut skeptis, terutama setelah militer AS pekan lalu menyerang sebuah kapal berbendera Venezuela dan menewaskan 11 orang, yang menurut Caracas bukanlah anggota kartel narkoba. Insiden ini memperdalam kecurigaan bahwa operasi anti-narkoba hanyalah kedok untuk meningkatkan tekanan militer dan politik terhadap pemerintahan Venezuela.

Penempatan F-35, jet tempur generasi kelima dengan kemampuan siluman dan sensor canggih, bukanlah langkah biasa. Ini adalah sinyal kekuatan yang jelas bagi Venezuela dan sekutunya. Kehadiran aset militer strategis ini di Puerto Rico, sekutu dekat AS, secara efektif mengubah keseimbangan kekuatan di Karibia. Para pejabat Pentagon sendiri memilih bungkam dan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perubahan postur pasukan ini, menambah aura misteri dan kekhawatiran mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya di kawasan yang sedang memanas ini.[dit]

Exit mobile version