Mengenal Otrovert, Kepribadian Baru yang Sedang Viral

Ilustrasi mengenal Kepribadian Otrovert/Sumber Foto: Halodoc.

“Menjadi bagian dari kelompok dianggap lebih baik daripada berada di luar, tetapi otrovert justru merasa lebih nyaman sebagai orang luar (outsider), meski diterima sekalipun,” tulisnya dikutip dari Huffington Post.

Ciri-Ciri Kepribadian Otrovert

Secara umum, berikut beberapa karakteristik orang dengan kepribadian otrovert:

  • Lebih nyaman berbicara dengan orang dewasa daripada teman sebaya, serta memiliki pemikiran yang lebih matang.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang mengajukan pertanyaan kompleks.
  • Bisa populer berkat kepintarannya, tetapi sering menghindari kegiatan kelompok.
  • Tidak pernah merasa bosan saat sendirian.
  • Kurang nyaman mengikuti aktivitas berbasis kelompok, seperti pesta ulang tahun, wisata sekolah, atau acara kantor.
  • Menyukai aktivitas tenang, terstruktur, dan lebih suka bekerja mandiri.
  • Cenderung menghindari klub, tradisi bersama, hingga acara keagamaan atau wisuda.

Perbedaan Otrovert dengan Introvert dan Ekstrovert

  • Kaminski menekankan, otrovert bukanlah perpaduan introvert dan ekstrovert, melainkan tipe yang berbeda. Perbedaan utama terletak pada relasi dengan kelompok.
  • Ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi sosial.
  • Introvert mudah lelah jika terlalu lama bersosialisasi.
  • Otrovert tidak memiliki dorongan untuk bersosialisasi dalam kelompok, meski tetap bisa supel dan ramah.
  • Seorang introvert biasanya enggan menjadi yang pertama berbicara dalam rapat, sedangkan otrovert bisa tampil percaya diri menyampaikan pandangan.
  • Otrovert juga suka menyendiri, tapi bukan untuk “mengisi energi” seperti introvert, melainkan untuk menghindari rasa kesepian atau ketidaknyambungan saat berada di keramaian.

Sisi Positif dan Tantangan

Menjadi otrovert memiliki dua sisi. Mereka sering berpikir out of the box dan menghadirkan ide-ide segar. Namun, dalam masyarakat yang menekankan pentingnya menjadi bagian dari kelompok, kepribadian ini kerap dipandang sebagai masalah psikologis yang harus diperbaiki.[zul]

Exit mobile version