INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET – Kepala tim negosiasi Hamas, Khalil al-Hayya, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima jaminan resmi dari Amerika Serikat dan sejumlah mediator internasional bahwa perang di Gaza benar-benar telah berakhir.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (10/10/2025), al-Hayya menegaskan bahwa jaminan tersebut menjadi dasar bagi Hamas untuk melangkah ke tahap pertama pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.
“Kami telah menerima jaminan dari para mediator dan pemerintah AS yang menegaskan bahwa perang telah berakhir sepenuhnya,” kata al-Hayya.
Menurutnya, tahap awal kesepakatan mencakup pertukaran tawanan, penarikan pasukan Israel dari beberapa wilayah Gaza, pembukaan kembali perbatasan Rafah, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Meskipun demikian, masih banyak ketidakjelasan terkait implementasi teknis kesepakatan itu. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa perundingan masih berlangsung untuk menentukan mekanisme pelaksanaan dan tahapan waktu, termasuk langkah-langkah menuju perdamaian jangka panjang di kawasan.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa salah satu isu paling kompleks dalam negosiasi adalah daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan pada tahap pertama pertukaran.
Sementara itu, pihak pemerintah Israel masih harus melakukan pemungutan suara kabinet sebelum menyetujui kesepakatan tersebut secara resmi.
“Masih ada perdebatan mengenai siapa saja yang masuk dalam daftar pembebasan awal. Ini menjadi poin paling sensitif di meja perundingan,” ujar sumber tersebut.
