Tangki LNG Arun Rampung 81 Persen, PGN Targetkan Beroperasi Desember 2025

Revitalisasi tangki LNG Arun capai 81 persen, PGN siap operasikan akhir 2025/Dok. PGN

“Melalui proyek ini, PAG menunjukkan kemampuan bersaing dengan perusahaan LNG bereputasi global,” tambahnya.

PGN menilai, revitalisasi fasilitas LNG Arun adalah bagian dari strategi adaptif menghadapi dinamika industri energi global. Permintaan LNG yang terus meningkat, terutama dari kawasan Asia, menuntut kesiapan infrastruktur yang lebih fleksibel dan efisien.

Selain memperkuat rantai pasok LNG, proyek ini juga akan mendukung optimalisasi pemanfaatan gas domestik. Dalam jangka panjang, fasilitas ini diharapkan menjadi simpul penting perdagangan LNG Indonesia di pasar internasional.

Dari sisi sosial-ekonomi, kehadiran proyek LNG Arun memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah. Aktivitas konstruksi dan operasi nantinya akan memacu pergerakan ekonomi lokal, termasuk peluang usaha bagi sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan jasa konstruksi.

“Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen mengelola infrastruktur LNG dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. Tujuannya bukan hanya memastikan ketersediaan energi, tetapi juga memperkuat peran LNG sebagai bagian dari transisi energi bersih menuju target Net Zero Emission,” tutup Hery.

Dengan rampungnya proyek revitalisasi tangki F-6004, Terminal LNG Arun akan kembali berperan sebagai pusat pengelolaan gas strategis di kawasan barat Indonesia. Proyek ini juga menjadi bagian dari langkah PGN untuk memperkuat fondasi industri gas nasional yang efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan.[zul]

Exit mobile version