KPK Dianggap Melempem, Prabowo Didesak Tunjuk Mahfud MD Pimpin Tim Independen Usut Whoosh

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan pandangan hukum mengenai tata kelola sumber daya alam nasional. Mahfud secara resmi mendukung operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) per 1/6/2026 guna menghentikan praktik manipulasi ekspor dan menyelamatkan devisa negara./ Scsht youtube.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Desakan agar Presiden Prabowo Subianto membentuk tim independen untuk mengusut dugaan kerugian negara dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh era Joko Widodo (Jokowi) semakin menguat. Nama mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, diusulkan untuk memimpin tim tersebut.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menyoroti lambatnya kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun KPK telah menyelidiki proyek Whoosh sejak awal 2025, hingga kini progresnya tidak jelas.

“KPK lamban dan melempem,” ujar Muslim (2/11/2025). Ia menduga pimpinan KPK saat ini tersandera “utang budi” pada Jokowi, sehingga takut mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan penanggung jawab utama proyek tersebut.

Dugaan Mark Up Tiga Kali Lipat

Muslim Arbi memaparkan, dugaan adanya mark up dalam proyek ini sangat terang benderang. Ia membandingkan biaya proyek Whoosh dengan proyek serupa di negara lain.

Exit mobile version