JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Setelah menikmati reli panjang yang didorong oleh euforia kecerdasan buatan (AI) dan ekspektasi penurunan suku bunga, pasar saham global kini menghadapi peringatan serius. Dua bank investasi raksasa AS, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, pada hari Selasa (4/11/2025) memperingatkan investor untuk bersiap menghadapi penurunan tajam.
Pasar ekuitas di seluruh dunia memang telah melonjak ke rekor tertinggi tahun ini. Indeks utama AS, Nikkei Jepang, hingga Kospi Korea Selatan mencatatkan puncak baru. CEO Goldman Sachs, David Solomon, memprediksi kemungkinan penurunan 10 hingga 20 persen dalam 12 hingga 24 bulan ke depan. “Semua berjalan lancar, lalu mundur agar orang-orang dapat mengevaluasi kembali,” katanya di Hong Kong.
Koreksi Dianggap Normal dan Sehat
Meskipun peringatan tersebut terdengar mengkhawatirkan, kedua pemimpin bank tersebut menekankan bahwa pembalikan seperti itu adalah hal yang wajar. David Solomon mencatat bahwa penurunan 10 hingga 15 persen sering terjadi, bahkan dalam siklus pasar bullish jangka panjang, dan itu bukan sesuatu yang mengubah keyakinan struktural untuk alokasi modal.






