Kasus Perundungan Berakhir Duka: Pengamat Sosial Dorong Strategi Tiga Pilar

Kasus Perundungan Berakhir Duka: Pengamat Sosial Dorong Strategi Tiga Pilar/(pixabay)

Pilar kedua adalah Intervensi yang menuntut respons cepat dan adil saat perundungan terjadi. Kunci utama dalam intervensi adalah menyediakan jalur pelaporan yang aman, anonim, dan rahasia untuk mendorong korban atau saksi berani bersuara tanpa takut pembalasan. Selain itu, layanan konseling terpadu perlu disediakan sebagai dukungan psikologis intensif, tidak hanya untuk korban, tetapi juga untuk pelaku perundungan, guna mengidentifikasi dan menangani akar masalah perilaku mereka.

Pilar Ketiga: Transformasi Budaya

Pilar ketiga, Pembangunan Budaya, berfokus pada upaya menjadikan semangat anti-bullying sebagai bagian integral dari karakter masyarakat dan lingkungan sekolah. Serian Wijatno menekankan pentingnya menyuarakan risiko bullying secara teratur dan gencar mempromosikan iklim persahabatan serta rasa memiliki dalam komunitas. Transformasi budaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar dan sosial yang benar-benar aman dan inklusif bagi semua pihak.[dit]

Exit mobile version