Balas Dendam Siswa SMAN 72: Awas, Kekerasan Game Online Dapat Mengubah Cara Pikir Anak!

Situasi SMAN 72 Jakarta Dipastikan Kondusif Usai Ledakan, Polisi Imbau Warga Tetap Tenang/(instagram)

Sani Budiantini menilai bahwa paparan konten kekerasan yang realistis dalam game modern dapat sangat memengaruhi cara pikir anak yang belum matang. Ketika anak terbiasa melihat darah dan kekerasan, hal tersebut dapat menjadi “biasa” baginya. Dalam usia yang belum matang, paparan ini berpotensi memengaruhi cara berpikir anak saat berinteraksi di dunia nyata.

Peran Keluarga dan Keharmonisan sebagai Kontrol Utama

Faktor penting dalam membatasi pengaruh negatif game adalah pengawasan ketat dari keluarga terhadap jenis permainan yang dimainkan anak. Namun, Sani juga menekankan bahwa keharmonisan dan lingkungan keluarga yang baik turut memengaruhi psikologis anak. Ia memperingatkan bahwa membatasi game tidak akan efektif jika lingkungan keluarga justru penuh dengan percekcokan atau menggunakan bahasa kasar, karena perilaku negatif tersebut juga akan dicontoh oleh anak. Dengan demikian, peran orang tua bukan hanya mengontrol gadget, tetapi juga memastikan lingkungan rumah yang positif.[dit]

Exit mobile version