Wakil Gubernur mengaku terkejut ketika hanya menerima undangan pelantikan, tanpa pernah diajak berdiskusi sejak awal proses penyusunan pejabat. “Saya seperti dianggap orang tidak ada,” sesalnya, Kamis, 4 Desember 2025. Padahal, ia menilai hubungan kerjanya dengan Gubernur selama ini tidak bermasalah, meskipun komunikasi terbilang minim. Ia mengaku jarang diajak bicara soal pembangunan Kalbar dan anggaran.
Spekulasi Hubungan Merenggang
Minimnya komunikasi dan ketiadaan keterlibatan ini memicu spekulasi mengenai kerenggangan hubungan antara kedua pemimpin daerah tersebut. Krisantus menduga, Gubernur mungkin merasa ia adalah “biang kerok” atau “dalang” dari suatu masalah, padahal ia merasa tidak pernah melakukan hal yang menyimpang. Hingga saat ini, Gubernur Ria Norsan belum memberikan klarifikasi resmi terkait kekecewaan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalbar. Konflik internal ini menjadi sorotan publik jelang pengangkatan pejabat kunci di lingkungan Pemprov Kalbar.[dit]
