Bernilai Investasi Rp123 Triliun, Yuk Intip Fasilitas dan Kemampuan yang Dimiliki RDMP Balikpapan

Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur/Dok. Pertamina.

Kilang Balikpapan juga diperkuat dengan fasilitas utama Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Unit CDU berfungsi mengolah minyak mentah melalui proses distilasi, sementara RFCC mengonversi residu menjadi produk bernilai tinggi.

“Dengan teknologi ini, kilang mampu memproduksi Gasoline, Diesel, Avtur, LPG, serta produk petrokimia turunan seperti propilena dan sulfur,” terang Baron.

Pada sektor hulu dan hilir, proyek ini terintegrasi dengan Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer yang memasok gas sebagai bahan baku energi kilang.

Sementara itu, Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter menjadi titik akhir penyimpanan sebelum BBM didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur.

Menurut Baron, kehadiran proyek terintegrasi ini menjadikan Kilang Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia dengan kemampuan memaksimalkan setiap tetes minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi, termasuk petrokimia yang berdampak luas bagi sektor industri nasional.

Pertamina menegaskan komitmennya sebagai pemimpin transisi energi dengan mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh pengembangan proyek dijalankan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.[zul]

Exit mobile version