Dengan data ini, aparat penegak hukum seharusnya tidak lagi kesulitan dalam melacak pelaku utama di balik perusakan hutan, tambang ilegal, hingga perdagangan satwa dilindungi.
Hal yang paling krusial dari temuan PPATK adalah korelasi antara aliran uang mencurigakan dengan potensi bencana alam. Ivan menekankan bahwa data transaksi keuangan dapat berfungsi sebagai early warning system.
Jika sebuah wilayah menunjukkan lonjakan transaksi di sektor ekstraktif yang tidak wajar, dapat diprediksi bahwa ekosistem di daerah tersebut sedang terancam, yang pada akhirnya memicu bencana ekologis. Penegakan hukum finansial kini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan alam Indonesia.[dit]
