“Itu adalah kesalahan dan kebodohan saya,” ungkap Denada dengan nada penuh penyesalan sembari memohon maaf kepada mendiang ibundanya, Emilia Contessa.
Meski sadar akan kekhilafannya, Denada kini berharap pintu maaf terbuka dari hati Ressa. Ia bertekad untuk belajar menjadi ibu yang lebih baik dan berharap Ressa mau menerimanya kembali dengan segala kekurangan yang ada.
Pengakuan ini bukan sekadar klarifikasi status, melainkan upaya rekonsiliasi batin bagi keluarga besar mereka di tengah perhatian luas masyarakat.[dit]









