Selain itu, program Biosolar B40 turut mendapat kritik pedas. Ronal Jefferson, Direktur Advokasi Kebijakan Sentinel, mengungkapkan adanya indikasi kelemahan dalam pengadaan aditif biodiesel melalui mekanisme penunjukan langsung. Penggunaan metode pencampuran yang belum terintegrasi penuh di fasilitas kilang berisiko merusak konsistensi kualitas produk serta menggerus efisiensi anggaran negara.
Proyek digitalisasi 5.518 SPBU dengan investasi jumbo mencapai Rp3,6 triliun juga dianggap belum memberikan hasil nyata. Alih-alih menutup celah kebocoran solar subsidi, praktik penyalahgunaan di sektor perkebunan dan pertambangan justru masih marak. Tak berhenti di situ, Sentinel juga mengungkap adanya dugaan persaingan terbatas dalam pengadaan jasa transportasi BBM.
Pola penunjukan vendor yang berulang mengisyaratkan kurangnya transparansi yang sehat. Tanpa evaluasi menyeluruh dari Kementerian BUMN, peran strategis Patra Niaga dalam rantai pasok energi nasional dikhawatirkan akan terus dibayangi oleh ketidakefektifan manajemen.[dit]
