Kendati terdapat perbedaan pandangan tajam dalam isu politik luar negeri tersebut, Presiden Prabowo tetap menempatkan MUI sebagai mitra strategis dalam menjaga kesejukan di dalam negeri.
Ia bahkan secara khusus meminta dukungan moral dari para ulama untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum.
“Dukungan dan persatuan dari para ulama memberikan kekuatan moral dalam menjalankan amanah untuk menegakkan keadilan di seluruh tanah air,” ujar Presiden, yang menegaskan tidak akan mundur setapak pun dalam memberantas korupsi.
Momen jabat tangan erat antara Presiden Prabowo dan petinggi MUI di akhir acara menjadi simbol bahwa meski terdapat “kerikil” dalam pandangan geopolitik, fondasi kebangsaan di dalam negeri tetap dijaga.
Sinergi ini diharapkan mampu menjadi jembatan dialog untuk meluruskan arah kebijakan bangsa, baik dalam pengentasan kemiskinan di dalam negeri maupun posisi Indonesia di kancah internasional.
Baca Juga: MUI Bongkar Risiko Board of Peace: Indonesia Terancam Jadi Stempel Moral Israel
(FR)
