Dengan cakupan layanan Transjakarta yang menyentuh 90% wilayah, mobilitas warga kini tidak lagi terhambat oleh masalah aksesibilitas dari pintu rumah ke halte terdekat.
Keberhasilan ini tercermin dari data nyata: Transjakarta mencatat rekor 413 juta pelanggan sepanjang 2025. Kolaborasi dengan sektor swasta seperti Gojek juga memperlancar koneksi first mile dan last mile.
Kemudahan pembelian tiket via aplikasi terintegrasi terbukti efektif meningkatkan minat warga beralih dari kendaraan pribadi. Sinergi ini membuktikan bahwa transportasi yang efisien adalah kunci utama menurunkan kemacetan di ibu kota.[dit]
